Oleh: karya192 | 25 Maret 2012

Kasih Tuhan Abadi.

Tuhan tidak pernah rela manusia menderita dan mati secara sia-sia. Dia dengan berbagai cara memperingatkan manusia untuk memperbaiki sikap, kata dan perbuatannya yang salah. Tetapi ketika manusia bertegar hati dan tidak mendengarkan Tuhan, maka Ia pun bertindak. Ia memurni- kan hidup manusia dengan menghancurkan segala sesuatu yang kotor. Salah satu contohnya ada- lah dengan air bah. Bagi manusia, air bah adalah suatu khiamat, tetapi bagi Tuhan menjadi awal harapan baru bagi manusia. Air membersihkan segala yang klotor, diganti dengan sesuatu yang baru. Air bah adalah tanda pertobatan bagi manusia. Harapan baru itu di- lambangkan oleh keindahan pelangi yang menghiasi langit biru (Kej 9:14). Pelangi adalah ung- kapan kasihh Allah terhadap manusia yang tak lagi hancur binasa oleh air untuk selama-lama- nya (Kej 9:11). Zaman air bah sudah berlalu, tetapi kasih Tuhan tidak berakhir. Tuhan memper- dalam relasi cintaNya dengan manusia sebagai bapak dan anak melalui air baptis, bukan dengan air bah lagi. Hal ini diungkapkan secara paling sempurna dalam korban Kristus di kayu salib. Yesus, orang benar itu telah mati untuk kita orang-orang yang tidak benar, orang-orang yang berdosa (1 Ptr 3:18).

Pengalaman Yesus selama berpuasa di padang gurun pengungkapkan kasihNya dengan mengi- ngatkan kita, bahwa dosa dan kuasa setan senantiasa ada di mana-mana. Setan itu ganas seper ti binatang buas tak akan pernah berhenti berusaha merusak hubungan kita dengan Tuhan. Kita senantiasa perlu waspada, karena setan menghadirkan racunnya lewat tawaran kenikmatan, popularitas dan main kuasa. Dan kitapun hanya sanggup melawan setan dengan setia pada iman akan Kristus, mati raga, puasa dan doa. Maka pada masa puasa ini adalah kesempatan rahmat untuk melatih diri agar menjadi lebih peka terhadap bepata besar kasih Tuhan untuk ki- ta sehingga kita tidak mudah jatuh kedalam dosa dan kuasa setan.

 

D O A :

Tuhan Yesus, kuatkanlah aku yang lemah ini agar tidak mudah jatuh dalam bujukan setan yang selalu berusaha untuk memasukkanku ke dalam dosa-dosa. Kepada Mulah aku memohon , sebab Engkau selalu akan melindungiku, Amin.

 

Oleh: karya192 | 23 Maret 2012

Memaknai Doa yang diajarkan Yesus.

Semoga refleksi berikut dapat memberi kita suatu cara untuk lebih mampu memaknai doa Yesus ini secara lebih baik.

-  Jangan katakan Bapa, kalau kamu tidak berlaku sebagai anakNya.

-  Jangan katakan kami, kalau hidupmu penuh egoisme,

-  Jangan katakan Yang ada di surga, kalau kamu hanya memikirkan perkara duniawi,

-  Jangan katakan Dimuliakanlah nama-Mu, kalau kamu tidak menghormati Allah dengan semestinya,

-  Jangan katakan Datanglah kerajaan-Mu, kalau yang kamu maksudkan hanya keberhasilan duniawi,

-  Jangan katakan Jadilah kehendak-Mu, kalau yang kamu lakukan hanya yang kau inginkan,

-  Jangan katakan Berilah kami rejeki, kalau kamu tidak perduli kepada orang lapar dan miskin,

-  Jangan katakan Ampunilah kesalahan kami,  kalau kamu dendam terhadap sesama,

-  Jangan kataklan Jangan masukkan kami ke dalam percobaan, kalau kamu tidak berniat berhenti berbuat dosa,

-  Jangan katakanBebaskanlah kami dari yang jahat,kalau kamu idak tegas menolak hal-hal jahat dalam pikiran, perkataan     dan perbuatan,

-  Jangan katakan Amin, kalau kamu tidak serius menanggapi dan menghayati doa ini dalam hidupmu.

D O A :

Tuhan Yesus, terima kasih untuk doa yang indah ini. Bantulah kami untuk memahami dan menghayatinya    dalam hidup kami sehari-hari, Amin.

 

    

 

 

Oleh: karya192 | 10 April 2011

BAB IV (lanjutan).

PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN FISIK.

Kematian fisik selalu menjadi akhir dari kehidupan manusia didunia. Kemati-an fisik itu bukan hanya sebuah illusi (fiktif). Bukan pula sebuah fatamorgana yang sering terlihat dipadang pasir. Kematian fisik adalah kenyataan yang harus dihadapai oleh manusia dan manusia tidak memiliki alasan menolak kematian fisik saat maut datang menjemputnya.
Ketakutan akan kematian fisik memang selalu menghantui setiap manusia, ironisnya kematian fisik tersebut tidak mengenak batas umur. Pada saat maut itu datang, maka tidak seorangpun manusia dibumi ini yang mampu menghalanginya. Orang yang sudah pernah tidur pasti tidak takut tidur, karena telah merasakan apa rasanya tidur. Namun seperti apakah pengalaman mati itu? Dan apakah yang akan terjadi setelah manusia mati? Hal seperti inilah yang selalu menjadi latarbelakang kekuatiran dan ketakutan manusia pada saat memikirkan kematian fisik.
Begitu banyak ungkapan manusia berhubungan dengan kematian fisik, antara lain : – Kematian ada;lah musuh yang paling kejam.
– Kematian adalah tamu yang tak diundang.
– Kematian adalah musuh yang tidak dapat dielakkan.
Bahkan dalam sebuah drama yang berjudul JULIUS CAESAR, sastrawan termashur William Shakespeare, menulis :
” Tak mengerti aku
Kenapa manusia mesti gentar
Ketika maut datang menjemput
Bukankah kematian itu tempat tujuan,
Kesana kita harus pergi? “
Pada satu sisi, kematian fisik dapat dikategorikan sebagai peristiwa yang paling lumprah, sebagaimana Firman Allah berkala : “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). Namun disisi lain kematian fisik itu merupakan hal yang paling tidak wajar karena itu adalah upah dosa, sebagaimana Firman Allah berkata : “Sebab upah dosa adalah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.(Roma 6:23), oleh sebab itu patutlah manusia menakutinya. Kedua sisi ini terdapat didalam Alkitab yang tidak boleh dilalaikan. Sekalipun kematian fisik merupakan keharusan tetapi kematian manusia tidak sama dengan kematian binatang.

2.1. UUMS MENGHILANGKAN KETAKUATAN KARENA KETIDAKPASTIAN.
Dari uraian diatas kita dapat memahami bahwa manusia pada dasarnya sangat takut menghadapi kematian fisik. Seringkali rasa takut terhadap kematian fisik ini menjadi salah satu dari penyebab penyakit kejiwaan bagi manusia. Manusia begitu takut dan sangat resah memikirkan kematian fisik dikarenakan ketidakpastian. Manusia tidak tahu kemanakah arahnya yang pasti disaat ia meninggalkan dunia yang fana ini. Akan tetapi bagaimanapun juga manusia tidak akan bermasabodoh saat memikirkan kematian fisik. Tidak demikian dengan mereka yang btelkah menerina dan memiliki UUMS akan berkata :

” Hai maut dimanakan kemenanganmu? Hai maut, dimanakah
sengatmu”? (I Korintus 15:55).

UUMS menghilangkan rasa takut terhadap kematian fisik bagi orang percaya dikarenakan keselamatan mereka telah dijamin pasti bukan dengan keragu-raguan atau mudah-mudahan. Disini sangat terlihat jelas perbedaan orang yang tidak menerima UUMS dan orang yang telah menerima UUMS, pada saat menghadapi kematian fisik.

2.2 UUMS MEMBUAT KEMATIAN FISIK SEBAGAI KAWAN.

Kematian fisik bisa merupakan kawan dan bisa juga merupakan lawan bagi manusia. Kematian fisik merupakan kawan bagi manusia yang telah memiliki UUMS dan akan menjadi lawan bagi mereka yang menolak UUMS.
Kematian fisik menjadi kawan manusia yang telah memiliki UUMA. karena UUMS membuatnya :
1). Penuh dengan Iman.
“Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang dibumi ini”.( Ibrani 11:13).
2). Penuh dengan perlindungan.
“Orang fasikk dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar
mendapat perlindungnan karena ketulusannya”. (Amsal 14:32).
3). Penuh dengan penyerahan.
“Berkatalah Yusup kepada saudara-saudaranya : Tidak lama lagi aku
akan mati, tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikanNya dengan
sumpah kepada Abraham, Iskak dan Yakub”. (Kejadian 50:24).
“Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menbempuh jalan segala
jalan yang fana. Sebab itu insyaflah dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang
telah dijanjikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, tidak ada yang tidak
dipenuhi. Semuanya akan digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang
tidak dipenuhi”.( Yosua 23:14).
“Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, …..”
(I Raja-raja 2:2 ).
4). Berharga dimata Tuhan.
“Berharga dimata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya”.
(Mazmur 116:15).
5). Dipimpin oleh Roh Allah.
“Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk
selamanya! Dialah yang memimpin kita!”. (Mazmur 48:15).
6). Disertai oleh Allah.
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut
bahaya, sebab Engkau besertaku; ….” (Mazmur 23:4).

2.3. UUMS MEMBUAT SEJAHTERA MENGHADAPI KEMATIAN FISIK.
Merupakan kebohongan besar apabila manusia yang tidak memiliki UUMS berkata bahwa ia merasa sejahtera disaat menghadapi kematian fisik, sementara ia sendiri tidak memiliki jaminan yangbpasti untuk masu sorga.
Tetapi bukan sebua pepesan kosong jika orang yang telah memiliki UUMS berkata : “Saya sangat sejahtera menghadapi kematian”. 0rang yang telah memiliki UUMS dapat berkata sedemikian rupa karena Tuhan Yesus Kristus telah membebaskannya dari penghukuman kekal. Berdasarkan keselamatan yang telah Tuhan Yesus anugerahkan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Maka rasul Paulus dengan penuh keyakinan berkata : “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah
keuntungan” (Filipi 1:21).

Bahkan kepada Jemat di Tesalonika rasul Paulus menjelaskan dalam suratnya yang pertama :
“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu tidak berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan : Kita yang hidup yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan m,endahului mereka yang telah meninggal. Seabab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan
menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”. (Tesalonika 4:13-17).
Firman Allah diatas telah menjadi bukti betapa sejahteranya manusia yang telah memiliki UUMS pada saat menghadapi kematian fisik. Betapa indahnya menghadapi kematian fisik jika berada dalam naungan UUMS. Sebab pada saat m,anusia yang telah memiliki UUMS mengalami kematian fisik, itu berarti ia sedang menuju kepada :
- I s t i r a h a t .
” Disanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, disanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat”.(Ayub 3:17).
“Suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyetakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya, dalam kuasaNya, didalam api yang penyala-nyala”.( II Tesalonika 16:25).

- P e n g h i b u r a n .
“Tetapi Abraham berkata : Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima
segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau menderita”. (Lukas 16:25).

- Suatu kebangkitan yang penuh dengan sukacita.
“Ya, Tuhan, Orang-orangMu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur didalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai!….”.( Yesaya 26:19).
“Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur didalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kenbgerian yang kekal”. (Daniel 12:2).

3. PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN KEKAL ……………………………

Oleh: karya192 | 5 April 2011

BAB : IV.

PERNAN UUMS TERHADAP KEMATIAN.

Ada tiga bentuk kematian yaitu : kematian rohani, kematian fisik dan kema-tian kekal. Dalam BAB ini kita akan melihat peranan UUMS terhadap ketiga bentuk kematian tersebut.

1. PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN ROHANI.

Telah nyata akan dampak dari kematian rohani ini terhadap manusia yaitu menuju kepada kebinasaan. Kematian rohani adalah putusnya hubungan Allah dan manusia. Hal itu berawal dari kejatuhan manusia pertama kedalam
dosa. Manusia yang mengalami kematian rohani adalah :
1). Manusia yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat. (Yohanes 3:16).
2). Manusia yang jauh dari hidup persekutuan dengan Allah (Efesus 4:18)
3). Manusia yang dikuasai oleh keinginan daging (Roma 8:6).
4). Manusia yang berjalan dalam pelanggaran dan dosa (Efesus 2:1).
5) Manusia yang hidup dalam kemunafikan (Wahyu 3:1.2.).
6) Keadaan manusia karena sifatnya (Roma 3:13; 8:6).

Manusia bukan terjerat dalam jaring takdir suratan tangan sehingga apabila
berdosa satu kali seolah-olah tidak ada satupun yang dapat diperbuat oleh manusia mengenai hal itu. Sesungguhnya Allah ada diatas segala peristiwa-peristiwa yang terjadi. Apabila Allah telah menetapkan bahwa maut adalah hukuman atas dosa, maka Ia juga menentukan akan memberi hidup kekal kepada orang berdosa yaitu UUMS. Oleh karena itu manusia seharusnya menerima UUMS jika ingin melepaskan diri dari kematian rohani. UUMS memiliki peranan penting atas kematian rohani manusia yaitu :
1). Manusia dibangkitkan dari kematian rohani.
“Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada
dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu
kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi sekarang
hidup. ….” (Roma 6:13).
2). Manusia mendapat kelepasan.
“Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barangsiapa mendengar perka-
taanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai
hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari
dalam maut kedalam hidup” (Yohanes 5:24).
“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasihNya yang besar, yang dilimpahkanNya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalaghan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan”. (Efesus 2:4.5.).
“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut kedalam hidup” (I Yohanes 3:14).
3). Manusia diserukan agar bangun dari kematian rohani.
“Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu”. (Efesus 5:14).
4). Manusia diperdamaikan dengan Allah.
“Sebab jikalau kita, ketika masih berseru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan
pasti akan diselamatkan oleh hidupNya” (Roma 5:10).
5). Manusia disatukan dengan Dia.
“Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitanNya”. (Roma 6:5).
6). Manusia menjadi serupa dengan Dia.
“Yang dikehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia
dalam kematianNya”. (Filipi 3:10).

2. PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN FISIK………………………………

Oleh: karya192 | 4 April 2011

lanjutan bab III (2).

3. LEGALISME.

Untuk mendapatkan keselamatan itu maka manusia dengan segala kebodo-hannya berusaha meraba-raba dan membentuk syariat-syariat atau tata -cara-tatacara tersendiri yang berbaur dengan kebudayaan dan tradisi ter-tentu. Lalu hal ini dengan bersusah payah ataupun dalam bentuk paksaan diterapkan kepada semua orang disepanjang masa. Terlebih lagi kalau hal itu diterapkan dengan tatacara yang tidak berlandaskan kasih. Maka buah dari semua itu bukanlah kebenaran yang hakiki atau yang sangat penting. Akan tetapi yang ada tidak lain daripada Legalisme. Legalisme bukanlah dasar dari keselamatan tetapi kebenaran yang berbentuk harfiah sebagai-mana dikatakan oleh Floyd McClung Jr : “Legalisme adalah hal-hal yang menaruh percaya pada suatu kebenaran yang berbentuk harfiat”. Legalis-me hanyalah membuat manusia tidak ramah dan menghakimi. Sebab itu tidak mengherankan kalau suatu agama yang menanamkan prinsip-prinsip yang didasari oleh kebenaran yang harfiat akan kehilangan rasa kasih dan akan menyelesai-kan segala problem agamanya dengan bentuk-bentuk kekerasan. Rasa kasih dan pengampunan hanya berbentuk simbol yang tidak lebih dari se-onggok sampah yang tidak berguna bagi masyarakat.
Disisi lain kita melihat bahwa keselamatan yang berbentuk anugrah itu adalah anugrah Allah yang penuh dengan pengaharapan yang pasti dan yang didasari bukanlah oleh unsur kebenaran harfiah dari dunia ini. Kebe-naran keselamatan itu adalah mengarah kepada prinsip-prinsip yang mendasari kebenaran itu sendiri yaitu sebuah kebenaran dasar keselamat
an yang berasal dari Allah sendiri. Yang dimaksud fdengan kebenaran hakiki (prinsisp-prinsip kebenaran) dalam konteks keselamatan ialah manu
sia yang terikat dengan dosa dan tidak memiliki kemampuan untuk mem-bebaskan diri dari ikatan dosa itu, haruslah dibebaskan terlebih dahulu dengan kebenaran yang hakiki. Setelah itu melakukan syariat-syariat agamanya sebagai ungkapan hati dan rasa ucapan syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hidupnya dari kebinasaan yang kekal dan membawanya kedalam terangNya yang ajaib.
Jadi Legalisme adalah upaya-upaya manusia untuk membersihkan dirinya dihadapan Allah agar iqa berkenan dan layak diterima dikerajaan sorga. Namun sayang sekali Legalisme sama sekali tidak berlaku dalam kenteks keselamatan.

4. AMAL BUKAN JAMINAN PASTI.

Amal adalah perbuatan-perbuatan baik yang diperintahkan oleh Allah agar manusia melaksanakannya. Amal sangat sesuai bahkan melebihi dari nilai-nilai moralitas manusia. Kita dapat memahami amal ini dalam dua sisi yaitu : Vertikal dan Horizontal.
Garis Vertikal : adalah amal yang tertuju langsung kepada Allah. Contoh
: berdoa, berpuasa dan berbagai bentuk syariat agama yang lain dan yang sifatnya tertuju langsung kepada Allah.
Garis Horizontal : adalah amal yang tertuju langsung kepada sesama manusia yaitu mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
Sesungguhnya amal itu adalah isi dari seluruh Hukum Taurat (Lihat Matius :22:37-40). Hukum Taurat adalah disiplin hukum yang Allah berikan kepada orang Israel sebagai sarana untuk menguji ketaatan me-reka. Artinya, amal adalah sarana untuk meserpon kasih Allah kepada kita atas anugrah keselamatan yang Ia berikan secara cuma-cuma teta-pi bukan dasar keselamatan. Dasar keselamatan itu adalah iman percaya
kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini dapat kita temukan didalam Firmat Allah dibawah ini :
Roma 3:21-21
Tetapi sekarang tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam kitab Taurat dan kitab-kitab padara nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.
Roma 5:1
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Galatia 2:16
Kamu tahu bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melaku
kan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.
Efesus 2:8.9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan karena iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.
II Timotius 3:15
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada kesela-matan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Amal adalah aturan tambahan (respon manusia atas anugrah Allah) dalam hidupnya setelah hidupnya tersebut didasari oleh kebenaran anugrah keselamatan yang pasti didalam Kristus Yesus. Jadi manusia harus mendapati terlebih dahulu keselamatan itu, barulah segala amal ibadah dan perbuatan-perbuatannya yang baik diperhitungkan oleh Allah. Mungkin selama ini kita merasa kaya akan perbuatan-perbuatan baik, namun itu tidak dapat dijadikan sebagai ukuran bagi diri kita untuk layak masuk sorga.
Kita harus diselamatkan dulu dari perbudakan dosa yaitu menerima anugrah keselamatan itu sebagaimana telah Allah sediakan bagi kita secara cuma-cuma. Tuhan Yesus tidak pernah menolak kehadiran anak manusia yang datang kepadaNya. Manusia harus meninggalkan ego dan janji-janji keselamatan yang selama ini hanya berupa kebimbangan dan keragu-raguan. Seharusnya manusia membebaskan dirinya dari berbagai
syariat-syariat agamawi yang hanya menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan keselamatan yang pasti. Fanatik boleh saja tetapi jangan sampai membuat mata hati kita ditutupi oleh rasa fanatik sehingga tanpa sadar kita tidak memiliki pegangan atau jaminan bagi keselamatan
kita. Perlu disadari bahwa Allah tidak pernak menginginkan hal itu terjadi
dalam hidup manusia sebab Allah selalu merencanakan yang terbaik bagi
manusia oleh karena cinta dan kasih sayangNya yang begitu dalam.

BAB : IV. ………………………………………………………………………..

Oleh: karya192 | 31 Maret 2011

Lanjutan bab III.

2. ANUGERAH.

Dalam BAB II hanya sepintas kita menyinggung tentang keselamatan yang berupa anugerah Allah kepada manusia. Tetapi tidak membicarakan pengertian dari kata ‘anugerah’ yang sesungguhnya. Oleh sebab itu sebe-lum kita merbicara lebih jauh perihal keselamatan yang berupa anugerah itu, maka terlebih dahulu marilah kita melihat sekilas tentang pengertian dari kata ‘anugerah’. Anugerah sering disebut juga ‘Kasih karunia’. Kasih karunia diangkat dari terjemahan bahasa Ibrani yaitu ‘Khen’. Kata ini berarti
perbuatan atasan (dapat juga Allah) yang menunjukkan kepada bawahan-nya kasih karunia, padahal sebenarnya bawahannya itu tidak layak mene-rimanya. Contoh didalam Perjanjian Lama dapat kita lihat didalam kitab Kejadian 6:8 : “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia dimata TUHAN”. Tak ada manusia yang dapat menunjukkan Khen kepada Allah. Kasih karunia atau anugerah dalam bahasa Yunani disebut ‘Kharis’. Kata Kharis inilah yang biasa dipakai untuk menerjemahkan kata Ibrani Khen. Kharis menunjuk
kepada arti pengampunan dari manusia dan juga dari Allah.
Dri pengertian kata Khen dalam bahasa Ibrani dan Kharis dalam bahasa Yunani ini maka kita dapat simpulkan bahwa arti dari kata anugerah atau kasih karunia adalah : Bentuk pemberian atau hadiah yang tidak menuntut balasan atau pamrih dari si penerima, yaitu pemberian secara cuma-cuma (gratis). Ekspresi dari penerima anugerah itu adalah perasaan gembira dan senang. Jadi UUMS adalah anugerah/kasih karunia yang Allah berikan secara cuma-cuma kep[ada manusia. Perasaan senang, gembisa, sukacitalah yang Allah harapkan dari manusia untuk meresponi kesela-matan yang berupa kasih karunia itu.
Respon ini bukan imbalam yang harus diberikan oleh manusia kepada Allah. Tetapi Allah mengharapkan adanya sukacita yang besar ditengah-tengah umat manusia disebabkan keselamatan yang diberikan secara cuma-cuma itu adalah bukti kasih Allah yang tak dapat dilakukan dan tak terbalas-kan oleh manusia. Keselamatan ini akan membuahkan sifat baru dalam diri manusia yaitu sifat baru setelah diselamatkan. Sifat baru ini disebut kehidupan yang berpusat pada Kristus.
Berkenaan dengan keselamatan, dibawah ini kita akan melihat beberapa ayat Firmat Allah yang tertulis didalam Alkitab, menunjuk kepada kesela-matan yang datang dari Allah :
1). Keselamatan itu hanya berasal dari Allah sendiri, bukan oleh hasil
karya manusia. (Mazmur 3:9 ; 37:39).
2). Keselamatan datang dari Allah sendiri yaitu maksud Allah dalam ben-
tuk kasih karunia/anugerah, bukan hasil perbuatan manusia (II Timo-
tius 1:9).
3). Berdasarkan dengan ketetapan Allah (I Timotius 5:9).
4). Keselamatan datang ‘Oleh’ Kristus Yesus (Yesaya 63:9 ;Efesus 5:23)
5). Keselamatan ‘Dari’ Kristus Yesus (Yesaya 45;21-22;59:16; Kisah
Para Rasul 4:12).
6). Diberikan pada saat manusia jatuh kedalam dosa bukan ribuan tahun
setelah manusia jatuh kedalam dosa saat itu pula Allah memberikan
janji keselamatan bagi manusia. Ini menggambarkan begitu besarnya
kasih Allah bagi manusia (Kejadia 3:15 Bdk. Yohanes 3:160.
7). Dinubuatkan untuk bangsa kafir (Yesaya 45:22; 49:6; 52:10).
Namun terlebih dahulu untuk bangsa Israel, bukan bangsa lain (Yesa-
sa 35:4; 45:17; Zakharia 9:16; Roma 11:26). Keselamatan ini sam-
pai kepada bangsa-bangsa lain karena penolakan bangsa Israel yang
menolak karya kselamatan dari Allah melalui PENYATAAN Allah dida-
lam Kristus Yesus (Roma 11:11) dan perlu dicatat bahwa kita seba-
gai bangsa lain adalah tunas liar yang dicangkokkan.
8). Dinyatakan dalam Injil (Efesus 1:13; II Timotius 1:10).
Kasih karunia itu menguasai seluruh aspek kehidupan manusia sehingga manusia menjadi umat yang taat kepada Allah yang hidup, serta menjadi pewaris-pewaris kerajaan Allah, seperti rasul Paulus tuliskan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi : “Karena kewargaan kita adalah didalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat”. (Filipi 3:20).
Melkalui Firman Tuhan ini kita dapat mengetahui bahwa UUMS yang diberikan Allah kepada manusia secara cuma-cuma didalam Kristus Yesus, memiliki sasaran yaitu : sasaran yang telah jelas dan pasti. Disaat manu-
sia itu menerima UUMS, saa itu juga mereka terdaftar didalam kerajaan sorga sebagai ahli waris, tinggal menunggu kedatanganb Tuhan Yesus Kristus, sebab Ia akan datang pada akhir zaman bukan lagi sebagai bayi yang tidak berdaya dan yang berbaring dalam palungan tempat makanan binatang. Ia akan datang di akhir zaman bukan lagi seperti manusia yang dihina, dianiaya, dipakukan dikayu salib. Tetapi Ia akan datang sebagai Imam Mahdi dan Hakim yang adil untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Setiap orang yang telah menerimanya dalam hidupnya akan dibawa olehNya bersama-sama dengan Dia dalam sorga. Tetapi siapa yang tetap menolak diriNya sebagai UUMS, Tuhan Yesus akan mencampakkannya kedalam perapian yang menyala-nyala yaitu neraka abadi.
Anugerak keselamatan dari Allah sangat penting dalam hidup manusia karena manusia sendiri tidak mampu membebaskan dirinya dari belenggu dosa. Manusia harus menyadari bahwa kesalehan sendiri masih seperti kain kotor kalu bukan tangan Allah sendiri yang menguduskannya. Hal ini telah disampaikan oleh Nabi Yesaya ribuan tahun yang silam: “Demikianlah kami sekalian seperti orang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor
kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin”.(Yesaya 64:6).
Hal senada juga dapat kita peroleh dari kesaksian Hadits Sahih Bukhari No.1943 yang mengatakan bahwa : “…. Setiap anak adam yang baru lahir, disentuh oleh setan ketika lahirnya itu, lalu ia memekik menangis karenanya selain Maryam dan anaknya”. Manusia yang berakal sehat akan menjadikan kesaksian Muhammad didalam kitab Hadis Shahih Bukhari ini menjadi sebuah tanda tanya besar dalam hidupnya. Kesaksian Muhammad dalam Hadis Shahih Bukhari ini merupakan penekanan bahwa semua manusia (tanpa terkecuali) telah disentuh oleh setan sejak lahirnya bahkan nabi sekalipun disentuh oleh setan disaat Ia lahir. Tetapi menga-pa Yesus tidak disentuh oleh setan sewaktu Ia lahir? Siapakah Dia? Dia adalah Allah Allah yang mengambil rupa seorang manusia dan rela mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia. Melalui kematianNya itu Ia memberi UUMS dengan cuma-cuma kepada manusia.

3. LEGALISME ………(sabar ya tunggu kelanjutannya yang mau membaca).

Oleh: karya192 | 29 Maret 2011

BAB III.

UUMS ADALAH ANUGERAH ALLAH.

1. DAMBAAN SETIAP INSAN.

Setiap orang (tanpa terkecuali) pasti mendambakan kebahagiaan, kese-jahteraan dan kedamaian. Damai sejahtera adalah berkat rohani yang sa-ngat dibutuhkan oleh setiap manusia. Kekayaan dan kemuliaan dunia ada-lah sia-sia belaka. Mungkin saja manusia dapat bahwa ia akan bermasa bo
doh dengan hal-hal diatas. Akan tetapi manusia yang sehat berpikir pasti tidak ingin membohongi dirinya sendiri. Dengan jujur ia akan mengakui bah
wa sesungguhnya ia sangat membutuhkan kebahagiaan, kesejahteraan dan kedamaian itu.
Kalau kita melihat kenyataan hidup manusia, apakah yang sedang terja
di sesungguhnya? Yang sedang terjadi adalah kemunafikan yang semakin hari semakin bertambah-tambah dalam hidup manusia. Sebagai contoh, para artis dan bintang film yang hanya tertawa dan menyanyi disaat mere
ka beraksi, tetapi setelah selesai tugas, mereka merasa sepi, sedih hati dan gelisah.
Manusia pada dasarnya hanya ingin menampilkan egonya dan cerderung mengikuti nafsu-nafsu duniawi serta ilah-ilah zaman. Yang dicari dan ditu-ruti hanyalah kepuasan daging. Kebahagiaan semacam itu adalah bentuk-bentuk kebahagiaan yang ditawarkan oleh iblis untuk menyeret manusia kedalam jurang maut yang tidak akan mendapatkan kesempatan untuk be-roleh pengampunan. Kebahagiaan semu itu telah menutupi dan menyelu-bungi mata hati manusia, sehingga manusia sama sekali tidak menemukan jalan untuk menuju kepada kebahagiaan, kesejahteraan dan kedamaian yang kekal. Iblis tidak membiarkan manusia untuk menerima UUMS sebagai ketetapan satu-satunya yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin masuk sorga. Manusia sama sekali tidak mendapatkan sukacita yang se-mestinya ada didalam dirinya sebagai makhluk yang sangat dikasihi Allah, karena membiarkan seluruh pekerjaan iblis memperdaya hidupnya.
Manusia yang seperti ini sama sekali telah buta rohani sehingga dengan
mudah ia masuk kedalam jurang maut yang akan membawanya kepada ke-binasaan abadi, dimana maut dan kerajaan maut telah mengangakan mulut
nya menyambut orang yang buta rohani. Apabila manusia telah mengalami kebutaan rohani dan rohnya itu belum disucikan, maka manusia tersebut tidak akan pernah bisa mengenal Allah yang sesungguhnya, apalagi me-nyembahNya dan roh dan kebenaran.
Bagaimana sikap kita melihat manusia-manusia yang sedang mengalami kebutaan rohnya itu? Adakah mereka itu layak untuk ditolong? Mestikah mata yang selama ini buta dan yang telah ditutupi oleh ilah-ilah zaman dice
likkan? Jawaban untuk itu hanya satu, yaitu : ‘ya’. Mereka harus ditolong,
mereka harus dibebaskan. Mereka harus dilepaskan dari kegelapan dan men
dapatkan hidup yang baru yaitu manusia baru yang senantiasa memandang dan menikmati hadirat Allah serta menjadi anak-anak Allah yang penuh dengan damai sejahtera. Allah ingin agar manusia selalu dipim-pin oleh Roh Kebenaran (Roh Kudus), disebabkan peranan Roh Kudus itu sangat penting dalam kehidupan manusia.
Mereka harus menjadi pewaris kerajaan sorga yang dijanjikan bagi seti-ap orang yang percaya. Inilah yang sangat didambakan Allah karena cinta
Nya dan kasihNya yang begitu dalam kepada setiap insan. Oleh karena cin
ta dan kasih Allah yang begitu dalam itu maka Ia memerintahkan setiap orang yang telah mendapat keselamatan untuk memberitakan berita kele-pasan dan kemerdekaan yang penuh dengan sukacita kepada setiap insan
yang terbelenggu dengan dosa dan yang berada didalam lingkaran janji ke
selamatan yang membingungkan dan meragukan. Hal pemberitaan itu dapat
ditemukan melalui Amanat AgungNya :
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan babtislah mere-ka dalam nama Bapa dan Anak dan Rohkudus, dan ajarlah mereka melaku-kan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu sampai kepada akhir zaman”.(Matius 28:19-20).

2. ANUGERAH …………………………………………………………………….

Oleh: karya192 | 29 Maret 2011

lanjutan bab II.

Kekuatan itu tiada lain dari kekuatan Allah yang telah memerdekakan manu
sia. Sungguh Allah telah mengerjakannya untuk manusia. Yang menjadi po-int penting, bahwa keselamatan yang dikerjakan oleh Allah itu semata-ma-ta diperuntukkan, ditujukan dan dikhususkan untuk manusia. Allah tidak pernah mengerjakan keselamatan itu untuk makhluk ciptaanNya yang lain. Allah tidak melakukan itu terhadap malaikat-malaikat yang telah jatuh aki-bat pemberontakan melawan Allah. Juga bukan kepada hewan atau tumbu
an dan berbagai jenis ciptaan Allah yang lain. Tetapi keselamatan itu Allah
kerjakan semata-mata hanyalah bagi manusia. Bukankah seharusnya kita mensyukurinya?
Begitu dalamnya kasih Allah terhadap manusia sehingga Ia membuatnya lebih dari makhluk ciptaanNya yang lain. Dalam itab Mazmur, Daud berkata
: “Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu, langit dan bintang-bintang yang Kau tempatkan; Apakah manusia sehingga Engkau mengingatNya? Apakah manusia sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur: 8:4.5) Daut melihat bahwa manusia tidak memiliki sesuatu yang berharga sehing-ga Allah har\us mengingatnya. Allah tidak berhutang budi terhadap manu -sia sehingga Allah harus mengerjakan keselamatan buat manusia. Semua itu Allah lakukan semata-mata karena kasihNya terhadap manusia. Kasih itu amat dalam sehingga didalam ayat 6-9, Daud kembali berkata: “Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahko-tainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas
buatan tanganMu; segala-galanya telah Kau letakkan dibawah kakinya; kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang dipadang;
burung-burung diudara dan ikan-ikan dilaut, dan apa yang melintasi arus lautan.

BAB III ……………………………………………………………………………

Oleh: karya192 | 27 Maret 2011

lanjutan bab II.

5. MENGOSONGKAN DIRI.

Mengosongkan diri memiliki pengertian yang begitu dalam. Yesus mela-kukannya didasari oleh cintanya yang amat dalam kepada manusia. Firman Tuhan dalam Filiki 2:6.7 ” Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus diperta-
hankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa
seorang hanba, dan menjadi sama dengan manusia “.
Kata “mengosongkan diri” memiliki pengertian :
1). Mengesampingkan penggunaan hakNya ;
2). Mengesampingkan jabatan IlahiNya ;
3). Mengesampingkan kedudukanNya ;
4). Mengesampingkan kemuliaanNya, dll.
Dengan kasihnNya yang amt dalam Ia mau dihina, ditindas, dibambuk, disalib dan berbagai penderitaan yang lain bahkan sampai mati di kayu salib
semuanya karena kasih, yaitu kasihNya kepada manusia. Hal ini bukan seke
dar sukarela; kalau suka dilakukan, kalau tidak suka orang lain tidak rugi.
Namun apa yang dilakukan oleh Yesus adalah bentuk kerelaan yang harus Ia lakukan sebab cinta. Yesus mengesampingkan semuanya tetapi ada satu
hal yang tidak ditanggalkanNya yaitu kekudusan. Adakah bukti historis yang mengatakan Yesus berdosa? Kita tidak akan pernah menemukan fakta
yang mengatakan bahwa Yesus berdosa, sebab Ia datang untuk mengu -duskan kehidupan setia manusia yang telah kotor karena dosa. Dengan kekudusan Ia rela dipakukan dikayu salib untuk membasuh manusia dengan darahNya, sebagaimana Tuhan Yesus sendiri katakan : “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku” (Yohanes 13:8). Demikianlah Yesus mengosongkan diri untuk membawa manusia-ma
nusia yang berdosa kedalam hadirat Allah dan memperoleh bagian hidup yang kekal di kerajaan sorga.

6. UUMS DIKHUSUSKAN UNTUK MANUSIA.

Setiap orang yang berbicara tentang keselamatan, tentu dibenaknya akan tergambar manusia yang sedang terikat dan yang tidak mampu membebaskan diri maupun sesamanya. Alam pikir orang itu akan memba-wanya kepada suatu kekuatan besar yang penuh dengan kuasa dan yang tidak akan dapat dilakukan oleh manusia. Kekuatan itu tiada lain dari keku
atan Allah

Oleh: karya192 | 26 Maret 2011

lanjutan bab II.

Seperti yang telah tertera diatas, tokoh dunia yang sangat tersohor sekalipun seperti Mahatma Gandhi, Muhammad dan yang lainnya, tidak dapat memberikan janji-janji yang penuh dengan kepastian, terutama dalam hal keselamatan. Bahkan karena Mahatma Gandhi menyadari dirinya tidak lebih dari manusia yang jauh dari sempurna, maka ia mengambil kesim
pulan tentang sabda Tuhan sekalipun dengan kalimat ‘dengan segala keren
dahan hati’. Kesimpulan mengenai sabda Allah yang dikemukakan oleh Mahatma Gandhi berdasarkan ketidak sempurnaannya sebagai manusia, ialah : “Bahwa kitab-kitab Weda, Qur’an, Injil, semua merupakan sabda Tuhan yang tidak sempuna….”
Berdasarkan keterangan-keterangan dari beberapa tokoh dunia diatas, membuat kita melihat dengan jelas betapa Allah bertindak sangat jauh berbeda dengan setiap tindakan manusia terutama dalam hal jaminan keselamatan. Al;lah memang tidak mentolerir dosa, tetapi dibalik tindakan Allah yang sangat definitif itu terpancar sinar kasih yang begitu dalam terhadap manusia. Ia tidak membiarkan manusia terbelkenggu dengan dosa akibat kejatuhan disaat mereka melanggar perintah Allah di taman Eden.
Allah memberikan suatu pengharapan yang pasti sekalipun Mahatma Gandhi tak mampu menyelkaminya. Hanya menusia yang hidup dalam UUMS
yang mampu memahami setiap janji-janji Allah yaitu pengharapan yang pasti dan yang tiada berkesudahan. Mereka adalah manusia-manusia yang hidup didalam kasih anugrah Allah yaitu mereka yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan sujuselamat dalam hidupnya. Ia telah berjanji akan datang pada kali yang kedua untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Ia akan mengumpulkan orang-orang yang telah mene
rima UUMS untuk masuk kedalam sorga bersama-sama dengan Dia. Tetapi
bagi mereka yang tidak mau menerima Dia akan menerima upahnya.
Kendatipun manusia telah memilukan hatinya, namun Ia masih tetap mengasihinya. Ia ingin agar manusia yang berdosa itu kembali kepadaNya untuk menikmati hadiratNya yang penuh dengan kemuliaan. Namun dibalik
kasihNya yang begitu dalam Allah tetap menunjukkan tindakanNya yang tidak kompromi dengan dosa, sekalipun dengan puasa, persembahan-per-sembahan dan nilai-nilai moralitas lainnya. Manusia juga tidak memiliki kemampuan untuk membebaskan dirinya dari dosa, apalagi menanggung dosa sesamanya sebagaimana Muhammad mengatakan : “Hai sekalian manusia, takutlah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari (kiamat, diwaktu itu) bapa tidak dapat menggantikan anaknya dan anak tidak pula dapat menggantikan bapanya sekalipun. Sesungguhnya janji Allah sebenar
nya, sebab itu janganlah kamu teperdaya terhadap Allah oleh pendaya (syetan)”.
Pandangan Al Quran ini sangat disambut baik, karena tindakan manusia tidak dapat menjadi tolok ukur terhadap tindakan Allah. Bahkan sangat setuju dengan prinsip-prinsip Islam yang dikemukakan oleh DR.Muhammad Husain Haekal Ph D, dalam prakata bukunya yang berjudul: Hayat Muhammad. Ia mengatakan :”…. Bahwa orang tidak dibenarkan memikul beban dosa orang lain”. Tindakan Allah yang definitif itu sungguh suatu tindakan yang tidak mampu manusia perbuat. Ia berFirman kepada ulan :
“…. Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan diantara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu”. (Kejadian 3:15). Ia berFirman kepada perempuan : “…. Susah payahmu waktu mengandung akan kubuat sangat banyak ; dengan kesakitan eng-kau akan mengandung anakmu ; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. (Kejadian 3;16).
Dan kepada Adam Ia berFirman : “….Maka terkutuklah tanah karena eng-kau; dengan bersusah payah engkau mencari rejekimu dari tanah seumur
hidupmu; semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan dipadang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engakau kembali lagi menjadi tanah, …” (Kajadian 3:17-19).
Demikianlah Allah bertindak sewaktu manusia jatuh kedalam dosa. Jelaslah bagi kita bahwa dalam segala tindakanNya, Allah selalu bertindak secara definitif.

5. MENGOSONGKAN DIRI ………………………………………………………

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.