Oleh: karya192 | 24 Maret 2011

Lanjutan bab II.

3. KEJATUHAN-KEJATUHAN MANUSIA DALAM DOSA.

Allah tidak membiarkan manusia berada dlam cengkeraman iblis sekalipun
manusia telah melanggar perintah Allah di taman Eden dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Namun Allah masih tetap mengasihi manusia. Saat manusia itu telanjang, Allah datang menutupi ketelanjangan mereka dengan mengorbankan binatang, seperti Firman Allah katakan : “Dan Tuhan
Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka” (Kejadian 3:21).
Disisi lain kita melihat bahwa untuk menutupi ketelanjangan manusia perlu ada korban. Ini menandakan kasih Allah yang amat dalam bagi manusia. Selanjutnya Allah sendirilah yang mengenakan pakaian itu kepada
mereka. Sebab manusia tentu akan salah mengenakan pakaian itu berhubung manusia belum pernah melihatnya dan pasti tidak akan terlihat rapi. Demikian juga keselamatan itu, Allah sendirilah yang mengerjakannya
tanpa bantuan tangan-tangan manusia dan keselamatan yang Allah kerja-kan itu dianugerahkan kepada manusia yang telah penuh dengan dosa yang
menyebabkan kejatuhannya. Keselamatan itu Allah anugerahkan secara cu-ma-cuma tanpa tuntutan-tuntutan yang cukup sulit, sekalipun itu berna-faskan agama. Keselamatan adalah pemberian cuma-cuma bagi yang per-caya kepadaNya (Lihat BAB III).
Allah tidak berhenti sampai disitu. Allah memberikan suatu janji kepada manusia yaitu yang penuh dengan kepastian, bukan suatu janji yang pe -nuh dengan keragu-raguan atau kebimbangan. Allah tidak sama dengan manusia yang penuh dengan kebimbangan disaat berjanji. Allah telah kengi-krarkan janji itu, yaitu :”Aku akan mengadakan permusuhan dan perempu-an ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan mere-mukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya” (Kejadian 3:15)
Kapankah janji itu tergenapi?
Janji itu telah tergenapi, yaitu dengan kelahiran Yesus melalui peranta-raan seorang perawan yang bernama Maria. Allah menempuh jalan ini (de-ngan caraNya sendiri) karena Ia harus menggenapiu segala janjiNya seba -gaimana yang telah Ia Firmankan. Inilah bukti Allkah yang sanggup melaku-kan perkara yang ajaib untuk menyatakan diriNya kepada manusia.
Genaplah Firman yang telah Allah ucapkan bahwa keturunan dari perem-puan itu akan meremukkan kepada ular yaitu kuasa dosa yang membeleng-gu manusia. Ia telah memberikan kemerdekaan mutlak bagi manusia. Yesus
memproklamirkan hal itu pada waktu Ia menyerahkan nyawaNya yaitu mati dikayu salip menjadi tebusan bagi umat manusia. Semua dosa manusia ter-tanggung diatas pundaknya. Disanalah Yesus mengalami siksaan lahiriah yang begitu dahsyat, namun Ia rela menanggungnya demi cintaNya terha-dap umat manusia. Disanalah Yesus mencium manusia dengan kecupan. Seperti yang Firman Allah katakan dalan Kidung Agung raja Salomo : “Kira-nya Ia mencium aku dengan kecupan. Karena cintamu lebih nikmat dari buah anggur” (Kidung Agung :1:2). Adakah diantara manusia yang sanggup
melakukan pekerjaan besar ini dan penuh bdengan kasih yang amat dalam?
Tidak ada seorangpun yang mampu melakukannya selain Yesus. Yesus bukan sekedar beretorika tetapi Ia memberikan ketetapan UUMS karena Ia sendiri yang malakukan dan mengerjakan semuanya itu serta memberikan -nya dengan cuma-cuma kepada manusia yang percaya kepadaNya. Ia me-nebus bukan dengan barang yang fana, tetapi dengan darah yang mahal.
Manusia ……………………………………………………………………….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: