Oleh: karya192 | 24 Maret 2011

Lanjutan bab II.

Ini adalah kalimat manusia yang tidak ingin mensyukuri akan nikmat Allah dalam hidupnya. Kalimat seperti itu tidak relevan dengan maksud Allah menciptakan manusia. Firman Allah berkata dalam Roma 9:20.21 :
“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah ? Dapatkan yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya : “Mengapa engkau membentuk aku demikian?” Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat daru gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?”
Ironisnya, demi memuaskan keinginannya, manusia mencetuskan teori evolusi yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa asal-usul manusia berasal dari monyet. Ini merupakan pekerjaan manusia yang tentunya memilukan hati Allah. Ini adalah bentuk konsepsi manusia yang tidak mengenal Allah.
Ada berbagai jawaban yang sering kita dengar sehubungan dengan penciptaan manusia lebih dari makhluk ciptaan Allah yang lain. Jawaban-jawaban itu antara lain :
1). Manusia diciptakan untuk memuji Allah.
2). Manusia diciptakan untuk bersyukur.
3). Manusia diciptakan untuk bertanggung-jawab atas seluruh ciptaan
Allah yang lain.
4). Manusia diciptakan untum berkembangbiak.

Manusia diciptakan untuk memuji dan memuliakan Allah, itu memang benar. Akan tetapi apakah Allah kekurangan oknum-oknum yang memuji dan memuliakan Dia? Bukankan Firman Allah juga telah menuliskan sewaktu Tuhan Yesus memasuki Yerusalem dan orang banyak mengelu-elukan Dia, maka saat itu juga beberapa orang Farisi menyuruh Yesus menegur mereka, tetapi Yesus menjawab orang-orang Farisi itu : “……
Jika mereka ini diam, maka batu-batu ini akan berteriak” (Lukas 19:40).

Manusia diciptakan untuk bersyukur, itu juga benar. Tetapi apakah Allah begitu haus akan ucapan syukur manusia? Akan hilangkah ke-Ilahian Allah jikalau tidak seorangpun dari antara manusia yang memberikan ucapab syukur kepadaNya?

Manusia diciptakan untuk bertanggug jawab atas seluruh ciptaan Allah yang lain, itu juga benar. Namun apakah Allah kurang mampu untuk
bertanggung jawab memelihara seluruh ciptaanNya sehingga Ia sangat membutuhkan tenaga manusia yang akan membantu untuk bertanggung jawab? Bukan demikian maksud Allah yang sesungguhnya dalam perkara penciptaan manusia. Bahkan justru manusia itu sendiri yang sering mem-buat hati Allah pilu. Seandainya Allah itu manusia, barangkali Ia telah pingsan melihat berbagai perbuatan dosa yang dilakukan oleh umat ma-nusia dimuka bumi ini.

Manusia diciptakan untuk berkembangkiak, itu juga benar. Tapi apakah Allah itu kekurangan tenaga untuk mengurus segala makhluk ciptaanNya sehingga Allah harus membutuhkan manusia yang banyak untuk dijadikan sebagai karyawan? Ataukah tahta kerajaan Allah akan goncang tanpa perkembangbiakan manusia?

Semua jawaban-jawaban diatas memang ada unsur kebenarannya. Namun perlu dicatat bahwa maksud utama Allah menciptakan manusia dengan menganugerahkan berbagai kelebihan-kelebihan dari seluruh ciptaanNya yang lain, bukan karena Allah kekurangan oknum-oknum yang memuliakan Dia. Juga bukan karena Allah kekurangan tanggung jawab atau kekurangan tenaga, bukan pula karena Allah haus akan ucapan syukur dari manusia. Tetapi Allah menginginkan agar manusia dapat menikmati berkat-berkat Allah yang melimpah dan bisa merasa-kan betapa baiknya Allah dengan segala FirmanNya, sehingga nantinya manusia akan memuliakan dan mensyukuri berkat kasih karunia Allah sebagai Pencipta langit dan bumi.

3. KEJATUHAN ………………………………………………………………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: