Oleh: karya192 | 25 Maret 2011

lanjutan bab II

Manusia kembali membuat kejahatan dihadapan Allah, yaitu melalui peristiwa Kain membunuh adiknya yang bernama Habel. Namun dengan penuh kasih Allah menaruh tanda pada Kain supaya ia tidak dibunuh oleh siapapun yang bertemu dengannya (Kejadian 4:15). Bahkan lebih dari itu Allah memberikan jaminan bahwa Kain tidak akan dibunuh . Bahkan Allah mengeluarkan ultimatum bagi yang membunuh Kain akan dibalaskan tujuh kali lipat. Artinya Allah menjamin ke4selamatan nyawa dari setiap makhluk yang bertemu dengan dia.
Setelah peristiwa Kain dan Habel, manusia terus berkembangbiak dan terus melakukan kejahatan-kejahatan sampai dizaman Nuh, Allah membina-sakan manusia dengan air bah terkecuali Nuh dengan keluarganya. Hanya Nuh yang didapati hidup benar dihadapan Allah. Semua manusia menyakit-kan dan memilukan hati Allah (kecuali Henokh, sebab ia diangkat dan tidak mengalami kematian pada saat air bah memenuhi bumi).
Juga pada masa Abraham dan Loth. Manusia terus melakukan kejahat
an-kejahatan tanpa rasa penyesalan dan pertobatan dihadapan Allah. Sehingga pada akhirnya mendatangkan murka Allah. Allah murka dan me-lakukan tindakan yaitu, memusnakan Sodom dan Gomora dengan api dan
belerang dari langit dan Allah menunggangbalikan kota-kota itu (Kejadian
19).
Manusia terus berkembangbiak dan terus melakukan dosa. Maka Allah
memberikan Hukum Taurat kepada musa dan selanjutnya diiringi oleh para Nabi sebagai tangan kanan (penyambung lidah) Allah. Namun manusia masih tetap melakukan kejahatan-kejahatan dihadapan Allah. Sampai pada masa ketenangan yaitu kurang lebih 400 tahun SM Allah berdiam diri. Hingga pada masanya Allah sendiri datang ke bumi dan me-ngambil rupa seorang hamba, dengan jalan mengosongkan diri. Seperti Firman Allah yang tertulis dalam Alkitab : “Hendaklan kamu dalam hidup-mu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdap juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah meren-dahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati dikayu salib” (Filipi 2:5-8).

4. TINDAKAN ……………………………………………………………………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: