Oleh: karya192 | 26 Maret 2011

lanjutan bab II.

4. TINDAKAN ALLAH YANG DEFINITIF TERHADAP MANUSIA.

Disaat manusia melanggar perintah Allah yaitu dengan memakan buah larangan di taman Eden, saat itu juga allah menunjukkan tindakanNya yang definitif terhadap manusia. Allah menunjukkan tindakan yang sangat kontradiksi dengan sifat manusia. Inilah perbedaan Allah dengan manusia yang ragu dan penuh keraguan disaat melakukan tindakan. Contohnya, si A
berjanji kepada si B “Mudah-mudahan (insyaalah) di hari-hari yang akan datang saya dapat melunasi utang saya”. Inilah contoh manusia yang pada
dasarnya tidak dapat memberikan jaminan pasti kepada sesamanya. Atau adakah manusia didunia ini yang dapat memberikan jaminan pasti dan luput dari segala kesalahan? Siapakah Dia? Isaac Newton, Columbus, Hirohito , ataukah Mahatma Gandhi dari India yang dikenal dengan teori ‘Ahimsa’nya dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya?
Kita tidak akan menemukan manusia didunia ini yang dapat kita setarakan
dengan Allah. Nabi sekalipun tidak luput dari kesalahan-kesalahan walau itu
merupakan hal yang sangat kecil. Bahkan Muhammad tidak dapat memberi-
kan kepastian yang sama dengan Allah, karena Muhammad menyadari diri-nya sebagai manusia yang tidak sempurna bahkan ia menyadari pula bahwa
dirinya hanyalah pembawa berita atau pembawa risalah. Bukti-bukti tertu-
lis yang mencatat bahwa Muhammad tidak dapatb memberikan jaminan yang pasti, ialah sebagai berikut:
1). “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang menciptakan kamu dan orang-
orang yang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa”.
2). “(Ingatlah) ketiuka Kami berikan kepada Musa kitab dan furqan (yang
membedakan antara yang hak dan yang batil), mudah-mudahan kamu
mendapat petunjuk”.
3). “kemana saja engkau berjalan, maka hadapkanlah mukamu kearah masji
dil haram, dan dimanapun tempatmu, hadapkanlah nukamu kearahnya,
supaya tak ada bagi manusia hujah (bantahan) terhadap kamu, kecuali
orang-orang yang aniaya diantara mereka itu. Maka janganlah kamu ta
kut kepada mereka dan takutlah kepadaKu, dan supaya Aku sempurna-
kan nikmatKu kepadamu dan mudah-mudahan kamu mendapat petunjuk
4). “Mereka bertanya kepada engkau tentang keadaan bulan. Katakanlah
bulan itu untuk menentukan waktu bagi manusia dan untuk (mengerja-
kan) haji. Bukanlah suatu kebaikan, bahwa kamu menaiki rumah dari be-
lakangnya, tetapi kebaikan itu adalah orang yang bertaqwa (mengikut
perintah Allah). Naikilah rumah itu dari pintunya dan takutlah kepada
Allah; mudah-mudahan kamu mendapat kemenangan”.
5). “Katakanlah kepada orang-orang beriman perempuan, supaya mereka
merendahkan pemandangannya dan menjaga kehormatannya, dan ja-
nganlah mereka memperlihatkan perhiasannya, kecuali apa yang biasa
lahir dari padanya, dan hendaklah mereka tutpkan kudungnya kedada-
nya. Janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya kecuali kepada
suaminya, bapanya, bapa suaminya, anaknya, anak suaminya, saudara-
nya, anak saudaranya yang laki-laki, anak saudaranya yang perempu-
an, perempuan muslimat, hamba sahaya, orang-orang yang mengikuti-
nya diantara laki-laki, yang tiada berhajat (syahwat) kepada perempu-
an atau kanak-kanak yang belum (ingin) ‘orat perempuan. Janganlah
mereka berjalan sampil menggoyangkan kakinya, supaya diketahui
orang perhiasannya yang tersembunyi (gelang kaki). Bertaubatlah ka-
mu sekalian kepada Allah, kai orang-orang beriman, mudah-mudahan
kamu mendapat kemenangan”.
6). “Dirikanlah sembahyang dan bayarlah zakat dan ikutlah rasul, mudah-
mudahan kamu mendapat rahmat”.
7). “Apabila dibaca orang qur’an hendaklah kamu dengarkan dan diamlah,
mudah-mudahan kamu mendapat rahmat”.

Masih banyal lagi perkataan-perkataan Muhammad yang tertulis dalam
Al-Quran dan yang tidak dapat dijadikan ukuran persamaan Allah. Selayak-nya juga kita menyadari bahwa kita bukanlah Allah yang dapat memberikan janji-janji yang pasti dan dalam hal ini Muhammad menyadarinya. Tak seorangpun m,anusia di dunia ini yang mampu memberikan janjai-janji yang pasti selain Dia yang telah turun ke dunia yaitu Yesus Kristus (Isa Al-masih
). KedatanganNya kebumi membawa dan menetapkan UUMS kepada umat manusia yaitu jaminan keselamatan yang pasti tanpa ada kebiombangan dan keragu-raguan didalamnya. Hanya dengan “percaya” manusia diselamat
kan dan yang “tidak percaya” dihukum.
Seperti ………………………………………………………………………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: