Oleh: karya192 | 26 Maret 2011

lanjutan bab II.

Seperti yang telah tertera diatas, tokoh dunia yang sangat tersohor sekalipun seperti Mahatma Gandhi, Muhammad dan yang lainnya, tidak dapat memberikan janji-janji yang penuh dengan kepastian, terutama dalam hal keselamatan. Bahkan karena Mahatma Gandhi menyadari dirinya tidak lebih dari manusia yang jauh dari sempurna, maka ia mengambil kesim
pulan tentang sabda Tuhan sekalipun dengan kalimat ‘dengan segala keren
dahan hati’. Kesimpulan mengenai sabda Allah yang dikemukakan oleh Mahatma Gandhi berdasarkan ketidak sempurnaannya sebagai manusia, ialah : “Bahwa kitab-kitab Weda, Qur’an, Injil, semua merupakan sabda Tuhan yang tidak sempuna….”
Berdasarkan keterangan-keterangan dari beberapa tokoh dunia diatas, membuat kita melihat dengan jelas betapa Allah bertindak sangat jauh berbeda dengan setiap tindakan manusia terutama dalam hal jaminan keselamatan. Al;lah memang tidak mentolerir dosa, tetapi dibalik tindakan Allah yang sangat definitif itu terpancar sinar kasih yang begitu dalam terhadap manusia. Ia tidak membiarkan manusia terbelkenggu dengan dosa akibat kejatuhan disaat mereka melanggar perintah Allah di taman Eden.
Allah memberikan suatu pengharapan yang pasti sekalipun Mahatma Gandhi tak mampu menyelkaminya. Hanya menusia yang hidup dalam UUMS
yang mampu memahami setiap janji-janji Allah yaitu pengharapan yang pasti dan yang tiada berkesudahan. Mereka adalah manusia-manusia yang hidup didalam kasih anugrah Allah yaitu mereka yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan sujuselamat dalam hidupnya. Ia telah berjanji akan datang pada kali yang kedua untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Ia akan mengumpulkan orang-orang yang telah mene
rima UUMS untuk masuk kedalam sorga bersama-sama dengan Dia. Tetapi
bagi mereka yang tidak mau menerima Dia akan menerima upahnya.
Kendatipun manusia telah memilukan hatinya, namun Ia masih tetap mengasihinya. Ia ingin agar manusia yang berdosa itu kembali kepadaNya untuk menikmati hadiratNya yang penuh dengan kemuliaan. Namun dibalik
kasihNya yang begitu dalam Allah tetap menunjukkan tindakanNya yang tidak kompromi dengan dosa, sekalipun dengan puasa, persembahan-per-sembahan dan nilai-nilai moralitas lainnya. Manusia juga tidak memiliki kemampuan untuk membebaskan dirinya dari dosa, apalagi menanggung dosa sesamanya sebagaimana Muhammad mengatakan : “Hai sekalian manusia, takutlah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari (kiamat, diwaktu itu) bapa tidak dapat menggantikan anaknya dan anak tidak pula dapat menggantikan bapanya sekalipun. Sesungguhnya janji Allah sebenar
nya, sebab itu janganlah kamu teperdaya terhadap Allah oleh pendaya (syetan)”.
Pandangan Al Quran ini sangat disambut baik, karena tindakan manusia tidak dapat menjadi tolok ukur terhadap tindakan Allah. Bahkan sangat setuju dengan prinsip-prinsip Islam yang dikemukakan oleh DR.Muhammad Husain Haekal Ph D, dalam prakata bukunya yang berjudul: Hayat Muhammad. Ia mengatakan :”…. Bahwa orang tidak dibenarkan memikul beban dosa orang lain”. Tindakan Allah yang definitif itu sungguh suatu tindakan yang tidak mampu manusia perbuat. Ia berFirman kepada ulan :
“…. Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan diantara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu”. (Kejadian 3:15). Ia berFirman kepada perempuan : “…. Susah payahmu waktu mengandung akan kubuat sangat banyak ; dengan kesakitan eng-kau akan mengandung anakmu ; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. (Kejadian 3;16).
Dan kepada Adam Ia berFirman : “….Maka terkutuklah tanah karena eng-kau; dengan bersusah payah engkau mencari rejekimu dari tanah seumur
hidupmu; semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan dipadang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engakau kembali lagi menjadi tanah, …” (Kajadian 3:17-19).
Demikianlah Allah bertindak sewaktu manusia jatuh kedalam dosa. Jelaslah bagi kita bahwa dalam segala tindakanNya, Allah selalu bertindak secara definitif.

5. MENGOSONGKAN DIRI ………………………………………………………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: