Oleh: karya192 | 31 Maret 2011

Lanjutan bab III.

2. ANUGERAH.

Dalam BAB II hanya sepintas kita menyinggung tentang keselamatan yang berupa anugerah Allah kepada manusia. Tetapi tidak membicarakan pengertian dari kata ‘anugerah’ yang sesungguhnya. Oleh sebab itu sebe-lum kita merbicara lebih jauh perihal keselamatan yang berupa anugerah itu, maka terlebih dahulu marilah kita melihat sekilas tentang pengertian dari kata ‘anugerah’. Anugerah sering disebut juga ‘Kasih karunia’. Kasih karunia diangkat dari terjemahan bahasa Ibrani yaitu ‘Khen’. Kata ini berarti
perbuatan atasan (dapat juga Allah) yang menunjukkan kepada bawahan-nya kasih karunia, padahal sebenarnya bawahannya itu tidak layak mene-rimanya. Contoh didalam Perjanjian Lama dapat kita lihat didalam kitab Kejadian 6:8 : “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia dimata TUHAN”. Tak ada manusia yang dapat menunjukkan Khen kepada Allah. Kasih karunia atau anugerah dalam bahasa Yunani disebut ‘Kharis’. Kata Kharis inilah yang biasa dipakai untuk menerjemahkan kata Ibrani Khen. Kharis menunjuk
kepada arti pengampunan dari manusia dan juga dari Allah.
Dri pengertian kata Khen dalam bahasa Ibrani dan Kharis dalam bahasa Yunani ini maka kita dapat simpulkan bahwa arti dari kata anugerah atau kasih karunia adalah : Bentuk pemberian atau hadiah yang tidak menuntut balasan atau pamrih dari si penerima, yaitu pemberian secara cuma-cuma (gratis). Ekspresi dari penerima anugerah itu adalah perasaan gembira dan senang. Jadi UUMS adalah anugerah/kasih karunia yang Allah berikan secara cuma-cuma kep[ada manusia. Perasaan senang, gembisa, sukacitalah yang Allah harapkan dari manusia untuk meresponi kesela-matan yang berupa kasih karunia itu.
Respon ini bukan imbalam yang harus diberikan oleh manusia kepada Allah. Tetapi Allah mengharapkan adanya sukacita yang besar ditengah-tengah umat manusia disebabkan keselamatan yang diberikan secara cuma-cuma itu adalah bukti kasih Allah yang tak dapat dilakukan dan tak terbalas-kan oleh manusia. Keselamatan ini akan membuahkan sifat baru dalam diri manusia yaitu sifat baru setelah diselamatkan. Sifat baru ini disebut kehidupan yang berpusat pada Kristus.
Berkenaan dengan keselamatan, dibawah ini kita akan melihat beberapa ayat Firmat Allah yang tertulis didalam Alkitab, menunjuk kepada kesela-matan yang datang dari Allah :
1). Keselamatan itu hanya berasal dari Allah sendiri, bukan oleh hasil
karya manusia. (Mazmur 3:9 ; 37:39).
2). Keselamatan datang dari Allah sendiri yaitu maksud Allah dalam ben-
tuk kasih karunia/anugerah, bukan hasil perbuatan manusia (II Timo-
tius 1:9).
3). Berdasarkan dengan ketetapan Allah (I Timotius 5:9).
4). Keselamatan datang ‘Oleh’ Kristus Yesus (Yesaya 63:9 ;Efesus 5:23)
5). Keselamatan ‘Dari’ Kristus Yesus (Yesaya 45;21-22;59:16; Kisah
Para Rasul 4:12).
6). Diberikan pada saat manusia jatuh kedalam dosa bukan ribuan tahun
setelah manusia jatuh kedalam dosa saat itu pula Allah memberikan
janji keselamatan bagi manusia. Ini menggambarkan begitu besarnya
kasih Allah bagi manusia (Kejadia 3:15 Bdk. Yohanes 3:160.
7). Dinubuatkan untuk bangsa kafir (Yesaya 45:22; 49:6; 52:10).
Namun terlebih dahulu untuk bangsa Israel, bukan bangsa lain (Yesa-
sa 35:4; 45:17; Zakharia 9:16; Roma 11:26). Keselamatan ini sam-
pai kepada bangsa-bangsa lain karena penolakan bangsa Israel yang
menolak karya kselamatan dari Allah melalui PENYATAAN Allah dida-
lam Kristus Yesus (Roma 11:11) dan perlu dicatat bahwa kita seba-
gai bangsa lain adalah tunas liar yang dicangkokkan.
8). Dinyatakan dalam Injil (Efesus 1:13; II Timotius 1:10).
Kasih karunia itu menguasai seluruh aspek kehidupan manusia sehingga manusia menjadi umat yang taat kepada Allah yang hidup, serta menjadi pewaris-pewaris kerajaan Allah, seperti rasul Paulus tuliskan dalam suratnya kepada jemaat di Filipi : “Karena kewargaan kita adalah didalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat”. (Filipi 3:20).
Melkalui Firman Tuhan ini kita dapat mengetahui bahwa UUMS yang diberikan Allah kepada manusia secara cuma-cuma didalam Kristus Yesus, memiliki sasaran yaitu : sasaran yang telah jelas dan pasti. Disaat manu-
sia itu menerima UUMS, saa itu juga mereka terdaftar didalam kerajaan sorga sebagai ahli waris, tinggal menunggu kedatanganb Tuhan Yesus Kristus, sebab Ia akan datang pada akhir zaman bukan lagi sebagai bayi yang tidak berdaya dan yang berbaring dalam palungan tempat makanan binatang. Ia akan datang di akhir zaman bukan lagi seperti manusia yang dihina, dianiaya, dipakukan dikayu salib. Tetapi Ia akan datang sebagai Imam Mahdi dan Hakim yang adil untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Setiap orang yang telah menerimanya dalam hidupnya akan dibawa olehNya bersama-sama dengan Dia dalam sorga. Tetapi siapa yang tetap menolak diriNya sebagai UUMS, Tuhan Yesus akan mencampakkannya kedalam perapian yang menyala-nyala yaitu neraka abadi.
Anugerak keselamatan dari Allah sangat penting dalam hidup manusia karena manusia sendiri tidak mampu membebaskan dirinya dari belenggu dosa. Manusia harus menyadari bahwa kesalehan sendiri masih seperti kain kotor kalu bukan tangan Allah sendiri yang menguduskannya. Hal ini telah disampaikan oleh Nabi Yesaya ribuan tahun yang silam: “Demikianlah kami sekalian seperti orang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor
kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin”.(Yesaya 64:6).
Hal senada juga dapat kita peroleh dari kesaksian Hadits Sahih Bukhari No.1943 yang mengatakan bahwa : “…. Setiap anak adam yang baru lahir, disentuh oleh setan ketika lahirnya itu, lalu ia memekik menangis karenanya selain Maryam dan anaknya”. Manusia yang berakal sehat akan menjadikan kesaksian Muhammad didalam kitab Hadis Shahih Bukhari ini menjadi sebuah tanda tanya besar dalam hidupnya. Kesaksian Muhammad dalam Hadis Shahih Bukhari ini merupakan penekanan bahwa semua manusia (tanpa terkecuali) telah disentuh oleh setan sejak lahirnya bahkan nabi sekalipun disentuh oleh setan disaat Ia lahir. Tetapi menga-pa Yesus tidak disentuh oleh setan sewaktu Ia lahir? Siapakah Dia? Dia adalah Allah Allah yang mengambil rupa seorang manusia dan rela mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia. Melalui kematianNya itu Ia memberi UUMS dengan cuma-cuma kepada manusia.

3. LEGALISME ………(sabar ya tunggu kelanjutannya yang mau membaca).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: