Oleh: karya192 | 4 April 2011

lanjutan bab III (2).

3. LEGALISME.

Untuk mendapatkan keselamatan itu maka manusia dengan segala kebodo-hannya berusaha meraba-raba dan membentuk syariat-syariat atau tata -cara-tatacara tersendiri yang berbaur dengan kebudayaan dan tradisi ter-tentu. Lalu hal ini dengan bersusah payah ataupun dalam bentuk paksaan diterapkan kepada semua orang disepanjang masa. Terlebih lagi kalau hal itu diterapkan dengan tatacara yang tidak berlandaskan kasih. Maka buah dari semua itu bukanlah kebenaran yang hakiki atau yang sangat penting. Akan tetapi yang ada tidak lain daripada Legalisme. Legalisme bukanlah dasar dari keselamatan tetapi kebenaran yang berbentuk harfiah sebagai-mana dikatakan oleh Floyd McClung Jr : “Legalisme adalah hal-hal yang menaruh percaya pada suatu kebenaran yang berbentuk harfiat”. Legalis-me hanyalah membuat manusia tidak ramah dan menghakimi. Sebab itu tidak mengherankan kalau suatu agama yang menanamkan prinsip-prinsip yang didasari oleh kebenaran yang harfiat akan kehilangan rasa kasih dan akan menyelesai-kan segala problem agamanya dengan bentuk-bentuk kekerasan. Rasa kasih dan pengampunan hanya berbentuk simbol yang tidak lebih dari se-onggok sampah yang tidak berguna bagi masyarakat.
Disisi lain kita melihat bahwa keselamatan yang berbentuk anugrah itu adalah anugrah Allah yang penuh dengan pengaharapan yang pasti dan yang didasari bukanlah oleh unsur kebenaran harfiah dari dunia ini. Kebe-naran keselamatan itu adalah mengarah kepada prinsip-prinsip yang mendasari kebenaran itu sendiri yaitu sebuah kebenaran dasar keselamat
an yang berasal dari Allah sendiri. Yang dimaksud fdengan kebenaran hakiki (prinsisp-prinsip kebenaran) dalam konteks keselamatan ialah manu
sia yang terikat dengan dosa dan tidak memiliki kemampuan untuk mem-bebaskan diri dari ikatan dosa itu, haruslah dibebaskan terlebih dahulu dengan kebenaran yang hakiki. Setelah itu melakukan syariat-syariat agamanya sebagai ungkapan hati dan rasa ucapan syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hidupnya dari kebinasaan yang kekal dan membawanya kedalam terangNya yang ajaib.
Jadi Legalisme adalah upaya-upaya manusia untuk membersihkan dirinya dihadapan Allah agar iqa berkenan dan layak diterima dikerajaan sorga. Namun sayang sekali Legalisme sama sekali tidak berlaku dalam kenteks keselamatan.

4. AMAL BUKAN JAMINAN PASTI.

Amal adalah perbuatan-perbuatan baik yang diperintahkan oleh Allah agar manusia melaksanakannya. Amal sangat sesuai bahkan melebihi dari nilai-nilai moralitas manusia. Kita dapat memahami amal ini dalam dua sisi yaitu : Vertikal dan Horizontal.
Garis Vertikal : adalah amal yang tertuju langsung kepada Allah. Contoh
: berdoa, berpuasa dan berbagai bentuk syariat agama yang lain dan yang sifatnya tertuju langsung kepada Allah.
Garis Horizontal : adalah amal yang tertuju langsung kepada sesama manusia yaitu mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
Sesungguhnya amal itu adalah isi dari seluruh Hukum Taurat (Lihat Matius :22:37-40). Hukum Taurat adalah disiplin hukum yang Allah berikan kepada orang Israel sebagai sarana untuk menguji ketaatan me-reka. Artinya, amal adalah sarana untuk meserpon kasih Allah kepada kita atas anugrah keselamatan yang Ia berikan secara cuma-cuma teta-pi bukan dasar keselamatan. Dasar keselamatan itu adalah iman percaya
kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini dapat kita temukan didalam Firmat Allah dibawah ini :
Roma 3:21-21
Tetapi sekarang tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam kitab Taurat dan kitab-kitab padara nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.
Roma 5:1
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Galatia 2:16
Kamu tahu bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melaku
kan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.
Efesus 2:8.9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan karena iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.
II Timotius 3:15
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada kesela-matan oleh iman kepada Kristus Yesus.

Amal adalah aturan tambahan (respon manusia atas anugrah Allah) dalam hidupnya setelah hidupnya tersebut didasari oleh kebenaran anugrah keselamatan yang pasti didalam Kristus Yesus. Jadi manusia harus mendapati terlebih dahulu keselamatan itu, barulah segala amal ibadah dan perbuatan-perbuatannya yang baik diperhitungkan oleh Allah. Mungkin selama ini kita merasa kaya akan perbuatan-perbuatan baik, namun itu tidak dapat dijadikan sebagai ukuran bagi diri kita untuk layak masuk sorga.
Kita harus diselamatkan dulu dari perbudakan dosa yaitu menerima anugrah keselamatan itu sebagaimana telah Allah sediakan bagi kita secara cuma-cuma. Tuhan Yesus tidak pernah menolak kehadiran anak manusia yang datang kepadaNya. Manusia harus meninggalkan ego dan janji-janji keselamatan yang selama ini hanya berupa kebimbangan dan keragu-raguan. Seharusnya manusia membebaskan dirinya dari berbagai
syariat-syariat agamawi yang hanya menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan keselamatan yang pasti. Fanatik boleh saja tetapi jangan sampai membuat mata hati kita ditutupi oleh rasa fanatik sehingga tanpa sadar kita tidak memiliki pegangan atau jaminan bagi keselamatan
kita. Perlu disadari bahwa Allah tidak pernak menginginkan hal itu terjadi
dalam hidup manusia sebab Allah selalu merencanakan yang terbaik bagi
manusia oleh karena cinta dan kasih sayangNya yang begitu dalam.

BAB : IV. ………………………………………………………………………..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: