Oleh: karya192 | 5 April 2011

BAB : IV.

PERNAN UUMS TERHADAP KEMATIAN.

Ada tiga bentuk kematian yaitu : kematian rohani, kematian fisik dan kema-tian kekal. Dalam BAB ini kita akan melihat peranan UUMS terhadap ketiga bentuk kematian tersebut.

1. PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN ROHANI.

Telah nyata akan dampak dari kematian rohani ini terhadap manusia yaitu menuju kepada kebinasaan. Kematian rohani adalah putusnya hubungan Allah dan manusia. Hal itu berawal dari kejatuhan manusia pertama kedalam
dosa. Manusia yang mengalami kematian rohani adalah :
1). Manusia yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan
Juruselamat. (Yohanes 3:16).
2). Manusia yang jauh dari hidup persekutuan dengan Allah (Efesus 4:18)
3). Manusia yang dikuasai oleh keinginan daging (Roma 8:6).
4). Manusia yang berjalan dalam pelanggaran dan dosa (Efesus 2:1).
5) Manusia yang hidup dalam kemunafikan (Wahyu 3:1.2.).
6) Keadaan manusia karena sifatnya (Roma 3:13; 8:6).

Manusia bukan terjerat dalam jaring takdir suratan tangan sehingga apabila
berdosa satu kali seolah-olah tidak ada satupun yang dapat diperbuat oleh manusia mengenai hal itu. Sesungguhnya Allah ada diatas segala peristiwa-peristiwa yang terjadi. Apabila Allah telah menetapkan bahwa maut adalah hukuman atas dosa, maka Ia juga menentukan akan memberi hidup kekal kepada orang berdosa yaitu UUMS. Oleh karena itu manusia seharusnya menerima UUMS jika ingin melepaskan diri dari kematian rohani. UUMS memiliki peranan penting atas kematian rohani manusia yaitu :
1). Manusia dibangkitkan dari kematian rohani.
“Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada
dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu
kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi sekarang
hidup. ….” (Roma 6:13).
2). Manusia mendapat kelepasan.
“Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barangsiapa mendengar perka-
taanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai
hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari
dalam maut kedalam hidup” (Yohanes 5:24).
“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasihNya yang besar, yang dilimpahkanNya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalaghan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan”. (Efesus 2:4.5.).
“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut kedalam hidup” (I Yohanes 3:14).
3). Manusia diserukan agar bangun dari kematian rohani.
“Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu”. (Efesus 5:14).
4). Manusia diperdamaikan dengan Allah.
“Sebab jikalau kita, ketika masih berseru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan
pasti akan diselamatkan oleh hidupNya” (Roma 5:10).
5). Manusia disatukan dengan Dia.
“Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitanNya”. (Roma 6:5).
6). Manusia menjadi serupa dengan Dia.
“Yang dikehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia
dalam kematianNya”. (Filipi 3:10).

2. PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN FISIK………………………………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: