Oleh: karya192 | 10 April 2011

BAB IV (lanjutan).

PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN FISIK.

Kematian fisik selalu menjadi akhir dari kehidupan manusia didunia. Kemati-an fisik itu bukan hanya sebuah illusi (fiktif). Bukan pula sebuah fatamorgana yang sering terlihat dipadang pasir. Kematian fisik adalah kenyataan yang harus dihadapai oleh manusia dan manusia tidak memiliki alasan menolak kematian fisik saat maut datang menjemputnya.
Ketakutan akan kematian fisik memang selalu menghantui setiap manusia, ironisnya kematian fisik tersebut tidak mengenak batas umur. Pada saat maut itu datang, maka tidak seorangpun manusia dibumi ini yang mampu menghalanginya. Orang yang sudah pernah tidur pasti tidak takut tidur, karena telah merasakan apa rasanya tidur. Namun seperti apakah pengalaman mati itu? Dan apakah yang akan terjadi setelah manusia mati? Hal seperti inilah yang selalu menjadi latarbelakang kekuatiran dan ketakutan manusia pada saat memikirkan kematian fisik.
Begitu banyak ungkapan manusia berhubungan dengan kematian fisik, antara lain : – Kematian ada;lah musuh yang paling kejam.
– Kematian adalah tamu yang tak diundang.
– Kematian adalah musuh yang tidak dapat dielakkan.
Bahkan dalam sebuah drama yang berjudul JULIUS CAESAR, sastrawan termashur William Shakespeare, menulis :
” Tak mengerti aku
Kenapa manusia mesti gentar
Ketika maut datang menjemput
Bukankah kematian itu tempat tujuan,
Kesana kita harus pergi? ”
Pada satu sisi, kematian fisik dapat dikategorikan sebagai peristiwa yang paling lumprah, sebagaimana Firman Allah berkala : “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). Namun disisi lain kematian fisik itu merupakan hal yang paling tidak wajar karena itu adalah upah dosa, sebagaimana Firman Allah berkata : “Sebab upah dosa adalah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.(Roma 6:23), oleh sebab itu patutlah manusia menakutinya. Kedua sisi ini terdapat didalam Alkitab yang tidak boleh dilalaikan. Sekalipun kematian fisik merupakan keharusan tetapi kematian manusia tidak sama dengan kematian binatang.

2.1. UUMS MENGHILANGKAN KETAKUATAN KARENA KETIDAKPASTIAN.
Dari uraian diatas kita dapat memahami bahwa manusia pada dasarnya sangat takut menghadapi kematian fisik. Seringkali rasa takut terhadap kematian fisik ini menjadi salah satu dari penyebab penyakit kejiwaan bagi manusia. Manusia begitu takut dan sangat resah memikirkan kematian fisik dikarenakan ketidakpastian. Manusia tidak tahu kemanakah arahnya yang pasti disaat ia meninggalkan dunia yang fana ini. Akan tetapi bagaimanapun juga manusia tidak akan bermasabodoh saat memikirkan kematian fisik. Tidak demikian dengan mereka yang btelkah menerina dan memiliki UUMS akan berkata :

” Hai maut dimanakan kemenanganmu? Hai maut, dimanakah
sengatmu”? (I Korintus 15:55).

UUMS menghilangkan rasa takut terhadap kematian fisik bagi orang percaya dikarenakan keselamatan mereka telah dijamin pasti bukan dengan keragu-raguan atau mudah-mudahan. Disini sangat terlihat jelas perbedaan orang yang tidak menerima UUMS dan orang yang telah menerima UUMS, pada saat menghadapi kematian fisik.

2.2 UUMS MEMBUAT KEMATIAN FISIK SEBAGAI KAWAN.

Kematian fisik bisa merupakan kawan dan bisa juga merupakan lawan bagi manusia. Kematian fisik merupakan kawan bagi manusia yang telah memiliki UUMS dan akan menjadi lawan bagi mereka yang menolak UUMS.
Kematian fisik menjadi kawan manusia yang telah memiliki UUMA. karena UUMS membuatnya :
1). Penuh dengan Iman.
“Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang dibumi ini”.( Ibrani 11:13).
2). Penuh dengan perlindungan.
“Orang fasikk dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar
mendapat perlindungnan karena ketulusannya”. (Amsal 14:32).
3). Penuh dengan penyerahan.
“Berkatalah Yusup kepada saudara-saudaranya : Tidak lama lagi aku
akan mati, tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikanNya dengan
sumpah kepada Abraham, Iskak dan Yakub”. (Kejadian 50:24).
“Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menbempuh jalan segala
jalan yang fana. Sebab itu insyaflah dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang
telah dijanjikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, tidak ada yang tidak
dipenuhi. Semuanya akan digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang
tidak dipenuhi”.( Yosua 23:14).
“Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, …..”
(I Raja-raja 2:2 ).
4). Berharga dimata Tuhan.
“Berharga dimata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya”.
(Mazmur 116:15).
5). Dipimpin oleh Roh Allah.
“Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk
selamanya! Dialah yang memimpin kita!”. (Mazmur 48:15).
6). Disertai oleh Allah.
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut
bahaya, sebab Engkau besertaku; ….” (Mazmur 23:4).

2.3. UUMS MEMBUAT SEJAHTERA MENGHADAPI KEMATIAN FISIK.
Merupakan kebohongan besar apabila manusia yang tidak memiliki UUMS berkata bahwa ia merasa sejahtera disaat menghadapi kematian fisik, sementara ia sendiri tidak memiliki jaminan yangbpasti untuk masu sorga.
Tetapi bukan sebua pepesan kosong jika orang yang telah memiliki UUMS berkata : “Saya sangat sejahtera menghadapi kematian”. 0rang yang telah memiliki UUMS dapat berkata sedemikian rupa karena Tuhan Yesus Kristus telah membebaskannya dari penghukuman kekal. Berdasarkan keselamatan yang telah Tuhan Yesus anugerahkan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Maka rasul Paulus dengan penuh keyakinan berkata : “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah
keuntungan” (Filipi 1:21).

Bahkan kepada Jemat di Tesalonika rasul Paulus menjelaskan dalam suratnya yang pertama :
“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu tidak berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan
Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan : Kita yang hidup yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan m,endahului mereka yang telah meninggal. Seabab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan
menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”. (Tesalonika 4:13-17).
Firman Allah diatas telah menjadi bukti betapa sejahteranya manusia yang telah memiliki UUMS pada saat menghadapi kematian fisik. Betapa indahnya menghadapi kematian fisik jika berada dalam naungan UUMS. Sebab pada saat m,anusia yang telah memiliki UUMS mengalami kematian fisik, itu berarti ia sedang menuju kepada :
– I s t i r a h a t .
” Disanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, disanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat”.(Ayub 3:17).
“Suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyetakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya, dalam kuasaNya, didalam api yang penyala-nyala”.( II Tesalonika 16:25).

– P e n g h i b u r a n .
“Tetapi Abraham berkata : Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima
segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau menderita”. (Lukas 16:25).

– Suatu kebangkitan yang penuh dengan sukacita.
“Ya, Tuhan, Orang-orangMu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur didalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai!….”.( Yesaya 26:19).
“Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur didalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kenbgerian yang kekal”. (Daniel 12:2).

3. PERANAN UUMS TERHADAP KEMATIAN KEKAL ……………………………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: